Bismillahirahmannirahim..
Assalamualaykum
"Ya Allah.....sesungguhnya hamba memohon cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu serta cinta yang dapat mendekatkan hamba kepada cinta-Mu.
Ya Allah......apa saja yang Engkau anugerahkan kepada hamba dari segala apa yang hamba cintai maka jadikanlah ia sebagai kekuatan untukku dalam mencintai apa yang Engkau cinta" آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين
Sekali lagi ana menuangkan apa yang terlintas dalam pikiran ana untuk sedikit menadapat ketenangan dalam diri ana especially dan antum semua InshaAllah. Taukah kita arti cinta ?? Hemmm......terlalu banyak tafsir yang bisa kita ungkapkan dan kaitkan tentang arti cinta ....... cinta pada sesama manusia, cinta alam (hehehehe......kaya isi dasa dharma aja ) dan lain sebagainya. Setiap manusia tidak bisa lari dari perasaan CINTA.
Dan cinta super hebat yang akan ana bahas, bukan cinta sesama manusia maupun apa yang ada dalam dunia indah ciptaan Allah s.w.t ini, namun cinta kita dan kerinduan kita kepada Allah s.w.t
"Apabila engkau memohon kepada Allah, maka mohonlah kepadanya Syurga Firdaus. Sesungguhnya ia (adalah) Syurga yang paling utama dan paling tinggi. Di atasnya terdapat ‘Arasy Allah yang Maha Pengasih...” آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين
Perjalanan kehidupan yang kita lalui banyak mengajar arti cinta kepada kita. Hubungan cinta sesama insan yang meminta balasan biasanya akan berakhir dengan kebencian apabila balasan yang diharapkan itu tidak didapatkan. Suami isteri yang saling cinta menyintai akan berubah menjadi saling membenci jika ada salah sstu yang curang. Begitu juga antara sahabat yang saling menyayangi, setiap kesalahan demi kesalahan dalam persahabatan mereka akan menjadi dendam yang menusuk hati masing-masing. Cinta anak kepada orang tuanya sedikit demi sedikit akan terkikis kerana komitmen yang harus diberi kepada isteri dan anak-anak. Tragedi demi tragedi yang melukai hati dan jiwa atas kehilangan cinta membuat hamba yang beriman sadar bahawa cinta yang abadi hanya kepada Allah Swt. Dia tidak pernah sekalipun meninggalkan kita sendirian, Dia tidak pernah berhenti sedetikpun mendengar dan meperhatikan segala gerak bahkan apa saja yang terlintas dalam hati manusia. Kerana cinta-Nya, kita hidup untuk menikmati keindahan dan karunia kebahagiaan. Rasulullah saw bersabda yang artinya:
"Sesungguhnya Allah Swt mempunyai seratus rahmat dan Dia menurunkan satu rahmat untuk jin, manusia, binatang dan serangga. Dengan satu rahmat itu semua makhluk saling menyayangi dan binatang buas mempunyai rasa kasih sayang terhadap anaknya. Adapun rahmat yang sembilan puluh sembilan lagi, Allah menyimpannya untuk diberikan pada hari kiamat sebagai wujudnya rasa sayang terhadap hamba-hamba-Nya". (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Cinta kepada Allah bukan hanya menjanjikan kebahagiaan. Tetapi juga akan menjadikan kita seorang pribadi yang memiliki kekuatan dan keberanian yang super hebat dalam menghadapi ujian di dunia. Sabda Rasulullah saw yang artinya:
”Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka."
Sebagaimana Nabi Ibrahim AS yang menerobos lautan api, Muhammad saw pula hidup dikelilingi musuh yang mahu membunuhnya. Para sahabat baginda rela bertaruh nyawa demi cinta kepada Rabbul ’Alamin. Sejarah telah mencatatkan kata-kata sakti seorang sahabat Rasulullah saw, Mush’ab bin Umair ketika dipaksa untuk meninggalkan agama Allah Swt oleh ibunya yang mau bunuh diri untuk memaksanya murtad. Dia berkara :
”Wahai ibu, jika ibu memiliki seratus nyawa sekalipun, dan nyawa itu keluar dari jasadmu satu persatu aku tetap beriman kepada Tuhanku.”
Begitulah jika sang Rahman telah melimpahkan cinta-Nya kepada seorang insan. Mush’ab mengajar kita untuk mencintai Allah Swt melebihi dari apapun di muka bumi ini.
Ada tiga cara yang telah dilalui oleh orang-orang terilih Allah untuk mendapatkan cinta-Nya yang abadi.
MENSUCIKAN HATI
Pandangan Allah Swt jatuh pada hati kita. Jika kita inginkan pandangan rahmat-Nya maka bersihkanlah hati. Rasulullah saw bersabda:
" Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada badanmu dan tidak juga kecantikanmu, tetapi Dia memandang kepada hatimu dan amalanmu. " (Hadis riwayat Muslim)
Hati yang bersih dari dosa dan maksiat berhak mendapatkan cinta Allah. Dari hati seperti inilah akan lahir amal perbuatan yang baik. Jika kita berasa malas beribadat atau ragu-ragu melakukan ajaran agama, itu adalah tanda hati kita tidak sihat. Dalam bermuamalah dengan manusia, hindarilah menyimpan dendam dan dengki serta penyakit-penyakit hati yang lain. Kesimpulannya, hati yang suci dan sihat adalah hati yang selamat apabila berhubungan dengan Allah dan juga dengan sesama manusia. Firman Allah Swt:
”Akan ditimpa kehinaan kepada kamu manusia di mana saja kamu berada melainkan mereka menjaga hubungan dengan Allah dan menjaga hubungan dengan manusia." (Surah Ali Imran: Ayat 112).
Milikilah cinta Ilahi dengan saling menyayang kepada sesama manusia. Sabda Rasulullah saw dalam hadis qudsi: Allah SWT berfirman:
”Sesungguhnya cinta-Ku adalah bagi orang-orang yang saling mencintai kerana mengharap keredaan-Ku" (Hadis riwayat Imam Malik dalam al-Muwattha’ dengan sanad yang sahih)
SELALU DEKAT DENGAN ALLAH
Apabila cinta sudah jatuh di hati yang bersih, maka kita ingatlah kepada-Nya di mana saja kita berada. Tumpuan perhatian-Nya ada pada diri kita. Keagungan Allah Swt selalu menjadi lamunan dan sumber inspirasi. Nama-Nya melukis fantasi akal dan menghias keindahan pada mimpi dan realiti. Allah Swt hadir pada setiap gerak langkah, ibadah bertambah khusyuk dan perbuatan baik kepada sesama manusia semakin tulus. Apa saja yang dilakukan adalah demi keredhoan-Nya.
Janji-janji selalu ditepati dengan keikhlasan, baik buruk keadaan semuanya dijalani dengan kerelaan kepada sang kekasih Rabbul ’Izzati.Rasulullah saw bersabda:
”Allah berfirman, Aku menurut sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku sentiasa bersamanya selama ia mengingati-Ku. Demi Allah. Allah lebih gembira menerima taubat hamba-Nya melebihi gembiranya seseorang di antara kalian yang menemukan kembali barangnya yang telah hilang di tengah padang pasir. Barangsiapa yang mendekat pada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-Nya sehasta, barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa dan apabila ia datang kepada-ku berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari." (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)
mengingat dan memuji kepada Allah Swt belumlah cukup untuk menunjukkan kebenaran cinta kita. Ada satu syarat yang mesti dilakukan agar kita sentiasa berdamping dengan-Nya. Sepertimana sabda Rasulullah saw; Allah Swt berfirman:
”Tidak ada yang paling Aku sukai daripada amalan hamba-Ku iaitu apabila ia mengerjakan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan seseorang yang sentiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan amalan-amalan sunnat sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya maka Aku adalah pendengaran yang dengannya ia mendengar. Dan penglihatan yang dengannya ia melihat, Akulah tangannya yang dengannya ia meraih sesuatu dan Akulah kakinya yang dengannya ia berjalan. Apabila ia memohon kepada-Ku nescaya Aku mengkabulkannya dan jika ia berlindung kepada-Ku Aku pasti melindunginya." (Hadis riwayat al-Bukhari)
Kedudukan seseorang di sisi Allah Swt tergantung dengan ibadat yang dilakukannya dengan ikhlas, semakin banyak kita beramal semakin kasih Allah Swt kepadanya. Jika kita bersedih kerana kurang merasa cinta Allah Swt dan semakin jauh dari rahmat-Nya mungkin kerana kualitas ibadat kita telah merosot oleh kesibukan dunia dan lalai yang berpanjangan. Jom....Mari kita perbaiki diri dan kembalilah merapatkan diri kepada Allah Swt dengan ibadat wajib dan sunat.
SETIA PADA KATA JANJI
Cinta yang tidak pernah berubah hingga ke akhir hayat adalah cita-cita setiap pasangan yang memadu kasih. Setiap ujian mampu diharungi dengan sabar. Begitu juga bukti cinta kepada Allah Swt yang memibta sedikit pengorbanan dari hamba-hamba-Nya.
”Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Penguasa alam semesta.
Janji ini menjadi penawar di hati seorang hamba, reda meredah setiap ujian kehidupan atas nama qadha dan qadar-Nya. Firman Allah Swt:
”Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah: 216)
Cinta kepada-Nya tidak pernah luntur dalam setiap keadaan, susah atau senang selalu istri setia dengan janji yang diikrarkan hingga kembali kepada-Nya. Hayatilah doa di bawah ini, semoga kita semua dikurniakan cinta yang sejati di dunia dan akhirat.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu serta cinta yang dapat mendekatkan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah apa saja yang Engkau anugerahkan kepadaku dari apa-apa yang aku cintai maka jadikanlah ia sebagai kekuatan untukku dalam mencintai apa yang Engkau cintai. Dan apa saja yang Engkau singkirkan dari apa-apa yang aku cintai maka jadikanlah ia keredhaan untukku dalam mencintai apa yang Engkau cintai. Ya Allah jadikanlah cinta-Mu sesuatu yang paling kucintai daripada cintaku kepada keluargaku, hartaku dan air sejuk di saat kehausan. Ya Allah jadikanlah aku mencintai-Mu, mencintai malaikat-malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu dan hamba-hamba-Mu yang salih. Ya Allah hidupkanlah hatiku dengan cinta-Mu dan jadikanlah aku bagi-Mu seperti apa yang Engkau cintai. Ya Allah jadikanlah aku mencintai-Mu dengan segenap cintaku dan seluruh usahaku demi keredaan-Mu." (Hadith At Tirmidzi dqlam Jam' al sahih)
Wallahu Alam .......
♥♥♥♥♥ Ya Allah.......Sungguh Indah Pahala MencintaiMu dan MerindukMu♥♥♥♥♥
Wa asslamualaykum
Salam dari seberang untuk sahabat Arsyida ...
With ♡ by Ima Khan